Buka Kantin di Rumah, Era Terapkan Pendidikan Karakter Kepada Anak

Selasa, 30 Juni 2020

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di tengah penyebaran wabah Coronavirus Disease (Covid-19) yang berdampak pada dirumahkannya sejumlah instansi dan sekolah, ada saja ide kreatif yang dilakukan untuk menghindari borosnya uang jajan saat melakukan aktivitas di rumah saja.

Ni Luh Erawati Setiawan merupakan ibu rumah tangga yang berinisiatif membuat kantin kejujuran di rumahnya untuk menekan pengeluaran selama masa dirumahkan.

Adapun kantin kejujuran itu ia tujukan kepada kedua anaknya agar tidak boros dengan uang jajan.

Hal tersebut berawal dari kedua buah hatinya yang gemar dengan jajanan luar sebagai bahan camilan, sehingga ia harus menyetok cadangan makanan yang pada akhirnya berpengaruh terhadap keuangannya.

Dijelaskan olehnya, hal ini sudah dilakukan sejak tanggal 26 Maret 2020.

Ketika itu, ongkos uang jajan membengkak karena anak-anaknya gemar makan camilan.

Karenanya, Era pun putar otak agar bisa menghemat uang jajan sekaligus mengajarkan anak-anak untuk tidak boros.

“Awalnya ongkosnya membengkak. Karena memang anak-anak suka ngemil. Jadi sebentar-sebentar minta belanja. Lalu saya ajukan ide ke mereka dan mereka menyetujuinya,” katanya, ketika di wawancara, Sabtu (9/5/2020).

Tentunya, imbuh Era, sebelum dibukanya kantin kejujuran itu ia melakukan kesepakatan terlebih dahulu.

Kesepakatannya, mereka harus mengerjakan tugas yang diberikan, baik berupa tugas sekolah maupun pekerjaan rumah tangga agar mereka mendapatkan gaji.

Kemudian dari gaji yang didapat itu, bisa mereka gunakan untuk berbelanja membeli camilan yang mereka suka di kantin kejujuran tersebut.

Tentu saja upah yang didapat bukan berupa uang asli, melainkan uang mainan yang dibuat oleh Era.

“Simpel saja, kalau mereka mau kerja mereka akan dibayar. Saya buatkan uang mainan, nanti mereka di gaji pakai itu. Upah yang didapat bervariasi. Kalau mereka berhasil bangun pagi mereka dapat gaji Rp 500. Mengerjakan tugas sekolah upahnya Rp 2.000, dan paling tinggi Rp 5.000,” terangnya.

Ketika hendak berbelanja, mereka tinggal memilih satu jenis makanan sesuai dengan jumlah uang yang mereka miliki.

“Harus jujur, karena saya tidak selalu ada saat mereka transaksi. Jadi mereka harus meletakkan uang di box yang disediakan, kemudian mengambil satu jenis makanan yang harganya sesuai dengan uang yang dimiliki,” imbuhnya.

Lebih jauh, penerapan kantin kejujuran nampaknya sangat cocok dilakukan disetiap rumah untuk mengajarkan anak-anak pendidikan karakter.

Menurut Era, penerapan kantin kejujuran ini mampu mengajarkan anak untuk bersikap jujur dan belajar menghemat uang.

“Selain itu memberikan pemahaman kepada anak, apabila ingin mencapai sesuatu, harus dibarengi dengan usaha agar bisa mendapatkan yang diinginkan,” tandasnya.(*).

 

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Buka Kantin di Rumah, Era Terapkan Pendidikan Karakter Kepada Anak, https://bali.tribunnews.com/2020/05/09/buka-kantin-di-rumah-era-terapkan-pendidikan-karakter-kepada-anak?page=2.
Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi


Berita Terbaru